Dear all.
Hari Selasa, 5 Februari 2008 pukul 10-13 WIB di Theater Room lantai 4 telah diadakan diskusi bersama Mahasiswa dengan Program Studi (Prodi). Acara ini sendiri digagas oleh Bapak Qomarul dan Ibu Nuraeni selaku Ketua dan Sekretaris Prodi SI yang merasa prihatin dengan mahasiswa-mahasiswa SI yang terhitung lama dalam penyusunan skripsinya.
Pada dasarnya acara ini bertujuan untuk bersama-sama mendengar kendala-kendala yang dihadapi oleh mahasiswa sehingga dapat segera dicari solusinya. Diskusi ini dihadiri oleh Pak Qomarul Huda dan Bu Nuraeni selaku perwakilan prodi, lalu Pak Zulfiandri sebagai koordinator skripsi SI dan Ibu Ofah sebagai perwakilan akademik fakultas. Selain itu hadir juga Pak Aang yang baru muncul ketika sesi tanya jawab dan Pak Syamsul sebagai staf administrasi Prodi SI. Berikut jalannya diskusi tersebut :
Kendala-kendala Mahasiswa
Berikut beberapa kendala yang dihadapi mahasiswa dalam menyelesaikan skripsinya (setelah sebelumnya melakukan diskusi internal pada Kamis, 31 Januari 2008 di lantai 3 FST. Intinya ada 6 poin, berikut uraiannya :
1. Standar Metode Analisis
Beberapa mahasiswa merasa bingung dengan metode analisis pada skripsinya. Sebenarnya apakah ada keharusan untuk menggunakan metode tertentu misalnya Object Oriented (UP) atau metode lain? Karena ada mahasiswa yang diharuskan menggunakan metode tertentu oleh pembimbingnya dengan alasan mahasiswa itu angkatan 2003 sehingga tidak relevan dengan metode yang lama. Padahal bukankah penentuan metode itu sesuai kebutuhan sistem yang akan dibuat oleh mahasiswa itu sendiri?
Hal ini dirasa cukup menghambat mahasiswa dalam mengerjakan analisis dan perancangannya karena merasa penentuan metode itu kurang cocok dengan kebutuhan sistem yang dibuat oleh mahasiswa itu sendiri.
2. Standar Penulisan
Tidak adanya buku panduan baku yang menyebabkan terhambatnya mahasiswa mencari referensi format penulisan. Selama ini mahasiswa menggunakan referensi dari skripsi-skripsi senior yang notabene berbeda-beda format penulisannya. Sedangkan ketika bertanya kepada pembimbing, sering terjadi berbedanya format yang disarankan masing-masing pembimbing.
Jadi ada baiknya kami mahasiswa SI mendapat panduan penulisan yang standar / baku. Selain itu kami rasa prodi juga perlu koordinasi dengan para dosen pembimbing sehingga tidak terjadi perbedaan format penelitian dan penulisan.
3. Keharusan adanya Aplikasi
Keharusan akan adanya pembuatan aplikasi dalam skripsi juga belum jelas. Dalam artian tidak adanya panduan atau kebijakan yang jelas apakah skripsi mahasiswa SI harus membuat aplikasi atau tidak. Untuk mahasiswa TI mungkin tidak perlu dipertanyakan lagi karena memang ranah TI ada di aplikasi.
Sedangkan kurikulum di prodi SI tidak banyak mendalami pembuatan aplikasi, tetapi banyak dan fokus pada analisis dan perancangan sistem bahkan komunikasi dan juga proses bisnis. Hal ini cukup menyulitkan kami mahasiswa SI yang tidak mendapat porsi mata kuliah enginering sebanyak dan sedalam mahasiswa TI tetapi juga diharuskan membuat aplikasi. Hal ini juga ditambah dengan kenyataan bahwa beberapa mahasiswa yang mengajukan skripsi yang fokus pada analisis tanpa menyertakan aplikasi utuh tidak lolos verifikasi dan harus mencari judul baru.
Jadi inti dari poin ini adalah :
- Apakah skripsi mahasiswa SI harus sampai membuat aplikasi juga yang mana sebenarnya adalah ranah dari mahasiswa TI?
- Dapatkah mahasiswa SI membuat skripsi yang fokus pada analisis dan perancangan sistem tanpa sampai membuat aplikasi?
4. Seminar Skripsi
Beberapa mahasiswa mengeluhkan rumit dan lamanya proses pengajuan permohonan seminar. Terutama lamanya waktu sejak daftar hingga disetujui seminar. Ada mahasiswa yang harus menunggu 2-3 minggu sejak daftar seminar hingga hari H. Meski bukan masalah primer, hal ini dirasa cukup menyulitkan bagi mahasiswa yang sudah siap seminar tetapi terhambat oleh lamanya birokrasi permohonan seminar.
5. Tentang Nilai Minimal
Tentang nilai pada IP/IPK, beberapa mahasiswa masih memiliki nilai D. Seperti diketahui bahwa jika mahasiswa memiliki nilai D maka mahasiswa tsb tak bisa menyusun skripsi sebelum nilainya diperbaiki. Belakangan ini beredar informasi bahwa mahasiswa yang memiliki nilai D tetap bisa menyusun skripsi asalkan IPKnya lebih dari 3. Yang ingin kami tanyakan apakah informasi tersebut benar adanya? Karena beberapa mahasiswa memiliki nilai D dimana mata kuliah tersebut terdapat pada semester berikutnya sehingga untuk memperbaikinya memakan waktu cukup lama (1 semester).
Dapatkah prodi memberi solusi masalah ini sehingga mahasiswa tak perlu waktu lama untuk memperbaiki nilai D-nya. Misalnya dengan mengadakan SP atau memberi rekomendasi kepada dosen agar mahasiswa dapat memperbaiki nilai dengan mengerjakan tugas2 dengan bobot tertentu.
6. Proses Verifikasi Nilai
Kami juga ingin mempertanyakan proses verifikasi nilai oleh prodi. Kami mengerti maksud prodi yang membantu mahasiswa dengan mencocokkan nilai mahasiswa pada tiap semester sehingga nantinya tidak bermasalah, tapi kenapa pada prosesnya mahasiswa yang diharuskan membawa copy KRS tiap semesternya? Bukankan prodi memiliki dokumennya secara lengkap.
Hal ini juga cukup menyulitkan karena banyak mahasiswa yang tidak menyimpan semua dokumen KRS sejak semester satu entah karena hilang atau tidak tahu kalau harus dikumpulkan untuk verifikasi. Dan ketika mahasiswa tak membawa KRS lengkap, mahasiswa tsb terkesan tidak dilayani oleh prodi.
———————-
Jawaban dari Prodi
1. Standar Metode Analisis
Untuk metodologi sebenarnya tidak dibatasi untuk menggunakan metodologi tertentu. Jadi bebas-bebas saja menggunakan metodologi yang ada. Hanya untuk penggunaan metodologi yang lebih baru tentu lebih bernilai tambah bagi mahasiswa itu sendiri. Basicly yang penting adalah pemahaman bagaimana mahasiswa dapat menerapkan metode-metode itu pada skripsinya dengan baik dan benar serta dengan tools-tools yang mendukung.
2. Standar Penulisan
Sebenarnya pihak akademik telah mengeluarkan buku pedoman penulisan skripsi sejak pertengahan tahun 2006. Namun menurut Ibu Ofah karena ada beberapa kesalahan maka buku pedoman itu kini sedang direvisi. Sayangnya hingga saat ini buku itu belum selesai direvisi sehingga mahasiswa belum mendapatkannya.
3. Keharusan Adanya Aplikasi
Memang Sistem Informasi sebagai bagian dari Ilmu Teknologi Informasi salah satu outputnya adalah dalam bentuk aplikasi. Namun itu bukan-satu-satunya aspek penilaian dalam skripsi di SI. Inti dari SI adalah Problem Solving, jadi tentu lebih kepada pemecahan masalah dengan menganalisa dan merancang sistem dengan baik.
Pada dasarnya Skripsi terbagi dua, yaitu skripsi dengan aplikasi dan skripsi non aplikasi. Lalu topik apakah yang memungkinkan mahasiswa untuk tidak membuat aplikasi. Jawabannya adalah Bidang Perencanaan Strategis (Strategic Planning), meski demikian ada beberapa situasi yang memungkinkan mahasiswa mengambil topik Strategic Planning ini.
Lalu untuk kendala mahasiswa dalam pembuatan aplikasi, Prodi mengusulkan solusi kepada mahasiswa untuk mengadakan semacam pembekalan / training singkat untuk menambah kemampuan pembuatan aplikasi (programing).
4. Seminar
Tentang seminar, memang Prodi mengakui kalau prosesnya agak lama karena berbagai macam hal. Terutama menyangkut administrasi. Tapi nantinya akan diusahakan untuk lebih cepat lagi.
5. Tentang Nilai Minimal
Memang ada nilai minimal untuk seorang mahasiswa bisa mengerjakan skripsi dan lulus, yaitu nilai C. Itu berarti untuk mahasiswa yang masih memiliki nilai D atau E tak akan bisa mengerjakan skripsi atau lulus. Hal ini telah ditetapkan oleh edaran Dekan pada sekitar tahun 2006. Jadi untuk mahasiswa yang masih memiliki nilai D atau E diharapkan untuk memperbaikinya.
6. Proses Verifikasi Nilai
Proses verifikasi nilai dibutuhkan agar Prodi benar-benar yakin bahwa mahasiswa tersebut telah mencukupi jumlah krsnya. Untuk itu memang mahasiswa diharapkan untuk membawa fotocopy krs untuk tiap semester. Memang Prodi juga memiliki dokumen tersebut, namun hal ini dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat proses verifikasi itu.
Filed under: Event Prodi | 8 Comments »